Ubaidillah Al-Mahdi adalah khalifah pertama Dinasti Fatimiyah yang memerintah selama sekitar 25 tahun (904-934 M). Ia merupakan tokoh Islam Syi'ah Isma'iliyah yang mendirikan dinasti ini di Tunisia pada tahun 909 M.
Selama masa pemerintahannya, Ubaidillah Al-Mahdi memperluas wilayah kekuasaan ke seluruh Afrika, meliputi Maroko, Mesir, Multa, Alexandria, Sardania, Corsica, dan Balerick.
Ubaidillah Al-Mahdi mengklaim memiliki asal usul silsilah yang berasal dari Fatimah, putri Nabi Islam, Muhammad, melalui Husain, putra Fatimah, dan Ismail.
Daulah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi berkuasa selama lebih kurang 262 tahun (909-1171 M).
==========
Ubaidillah al-Mahdi, pendiri Dinasti Fatimiyah, memiliki peran penting dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW:
Al-Mu'izz li Dinillah, keturunan Ubaidillah al-Mahdi, merupakan orang yang pertama kali mengadakan enam perayaan Maulid, termasuk Maulid Nabi, pada tahun 362 H.
Perayaan Maulid Nabi yang dilakukan Dinasti Fatimiyah berlangsung pada tanggal 12 Rabiul Awwal.
Acara perayaan Maulid Nabi yang dilakukan Dinasti Fatimiyah dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran dan khutbah oleh tiga penceramah.
Namun, ada pendapat yang berbeda mengenai siapa yang pertama kali memperingati Maulid Nabi:
Ibnu Jubair, seorang tokoh, tidak menyebutkan adanya kebiasaan memperingati Maulid Nabi di Mesir ketika melakukan perjalanan haji pada tahun 1183.
Syamsud Daulah, dari kalangan ahlusunnah, dipercaya sebagai yang pertama kali mengadakan perayaan Maulid Nabi di Irak, sekitar tahun 500-an.
Raja Mudhaffar Abu Said Kuukuburi bin Zainuddin Ali ibn Buktitin, penguasa Irbil, dipercaya sebagai orang yang pertama kali mengadakan seremonial Maulid Nabi.
Mayoritas ulama dari Mazhab Empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali, menyatakan bahwa hukum memperingati Maulid Nabi adalah boleh, bahkan sunnah.