Di dalam Al-Qur'an terdapat banyak doa para nabi yang dipanjatkan saat menghadapi situasi gawat, genting, terdesak, atau darurat. Doa-doa ini menunjukkan bahwa para nabi selalu kembali kepada Allah ketika menghadapi masalah yang sangat berat.
1. Nabi Yunus AS
Peristiwa
Ditelan ikan besar setelah meninggalkan kaumnya sebelum mendapat izin Allah.
Doa
"Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin."
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim."
Al-Qur'an: QS. Al-Anbiya: 87
Hasil
Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari perut ikan.
2. Nabi Ayyub AS
Peristiwa
Menderita sakit berat bertahun-tahun, kehilangan harta dan keluarga.
Doa
"Annii massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-raahimiin."
Artinya: "Sungguh aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."
Al-Qur'an: QS. Al-Anbiya: 83
Hasil
Allah mengangkat penyakitnya dan mengembalikan nikmatnya.
3. Nabi Nuh AS
Peristiwa
Dituduh gila, dihina, dan ditolak kaumnya selama ratusan tahun.
Doa
"Rabbi inni maghluubun fantasir."
Artinya: "Ya Tuhanku, sungguh aku telah dikalahkan, maka tolonglah aku."
Al-Qur'an: QS. Al-Qamar: 10
Hasil
Allah menurunkan banjir besar dan menyelamatkan Nabi Nuh serta pengikutnya.
4. Nabi Musa AS
Peristiwa
Dikejar Fir'aun setelah keluar dari Mesir.
Doa
"Rabbi inni limaa anzalta ilayya min khairin faqiir."
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku."
Al-Qur'an: QS. Al-Qashash: 24
Hasil
Allah mempertemukannya dengan keluarga Nabi Syuaib, mendapatkan pekerjaan dan perlindungan.
5. Nabi Musa AS
Peristiwa
Diperintahkan menghadapi Fir'aun.
Doa
"Rabbi syrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul 'uqdatan min lisaanii, yafqahuu qaulii."
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku."
Al-Qur'an: QS. Thaha: 25-28
Hasil
Allah memberikan keberanian dan bantuan Nabi Harun.
6. Nabi Zakaria AS
Peristiwa
Sudah sangat tua dan belum memiliki keturunan.
Doa
"Rabbi laa tazarnii fardan wa anta khairul waaritsiin."
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah sebaik-baik pewaris."
Al-Qur'an: QS. Al-Anbiya: 89
Hasil
Allah menganugerahkan Nabi Yahya.
7. Nabi Ibrahim AS
Peristiwa
Meninggalkan keluarganya di lembah tandus Makkah.
Doa
"Rabbanā innī askantu min dzurriyyatī biwādin ghairi dzī zar'in..."
Artinya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman..."
Al-Qur'an: QS. Ibrahim: 37
Hasil
Munculnya sumber air Zamzam dan berkembangnya Makkah.
8. Nabi Luth AS
Peristiwa
Menghadapi kaum yang sangat durhaka.
Doa
"Rabbinshurnii 'alal qaumil mufsidiin."
Artinya: "Ya Tuhanku, tolonglah aku menghadapi kaum yang berbuat kerusakan."
Al-Qur'an: QS. Al-'Ankabut: 30
Hasil
Allah menyelamatkan Nabi Luth dan menghancurkan kaumnya.
9. Nabi Yusuf AS
Peristiwa
Digoda untuk berbuat maksiat dan dipenjara.
Doa
"Rabbi as-sijnu ahabbu ilayya mimmaa yad'uunanī ilaih."
Artinya: "Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku."
Al-Qur'an: QS. Yusuf: 33
Hasil
Allah menjaga kesucian Nabi Yusuf dan mengangkat derajatnya.
10. Nabi Sulaiman AS
Peristiwa
Memohon kemampuan menjalankan amanah besar.
Doa
"Rabbi awzi'nii an asykura ni'mataka..."
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu."
Al-Qur'an: QS. An-Naml: 19
Hasil
Allah menambah kerajaan, ilmu, dan kebijaksanaan.
Doa Darurat yang Paling Singkat dan Terkenal
Jika sedang dalam keadaan sangat terdesak, banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa Nabi Yunus:
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin."
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus ini adalah doa yang sangat agung; tidaklah seseorang berdoa dengannya dalam kesulitan kecuali Allah mengabulkan permohonannya.
Doa-doa para nabi di atas mencakup hampir semua keadaan darurat manusia: sakit, kemiskinan, ketakutan, dikejar musuh, fitnah, kesepian, tidak memiliki keturunan, menghadapi penguasa zalim, hingga ancaman kemaksiatan. Semuanya menunjukkan satu prinsip yang sama: ketika keadaan paling sulit, para nabi segera memohon pertolongan Allah.